Ad/art

ANGGARAN DASAR
ANGGARAN RUMAH TANGGA
( AD / ART )

PUNGUAN PARSAHUTAON
“ D O S N I R O H A”
PERUMAHAN CIKARANG BARU
________________________________________

BAGIAN I
BENTUK, DASAR DAN AGENDA PUNGUAN

Pasal 1.1
Bentuk Punguan

Punguan adalah suatu Kelompok Masyarakat Batak dan Non Batak yang secara keluarga dan Iman telah bersatu dalam Keluarga Kristen yang Imani.
Keluarga ini terdiri atas Suami, Istri dan Anak yang pada dasarnya merupakan ikatan yang sah menurut Gereja dan Adat Batak. ( DALIHAN NA TOLU )

Pasal 1.2
Landasan dan Falsafah Punguan

Landasan Punguan adalah PANCASILA sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia dan DALIHAN NA TOLU sebagai perekat Adat dan aturan hidup orang Batak.

Falsafah Punguan adalah Satu untuk Tiga Fungsi, yaitu ; Setiap individu dalam Punguan akan berfungsi sebagai Hulahula, Boru dan Dongan Tubu.
Ini merupakan Prinsip Dasar Punguan dalam menjalankan serta melestarikan Budaya Batak dalam setiap kegiatan dan Aktifitas seluruh Anggota Punguan DOS NI ROHA.

Pasal 1.3
Nama Punguan

Punguan diberi nama “PUNGUAN DOS NI ROHA” yang merupakan Filosofi untuk semua Pribadi yang datang dari latar belakang yang berbeda, Watak, Keahlian, Pendidikan, Pekerjaan dan Status Sosial lainnya sehingga dengan satu konsep, semuanya menjadi satu untuk menjalankan “DALIHAN NA TOLU”.

Pasal 1.4
Agenda Punguan

Punguan memiliki Agenda atau Acara yang dilakukan dalam format atau bentuk tatap muka melalui pertemuan Bulanan ( dinamakan juga sebagai Arisan ).
Pertemuan setiap Bulannya dilakukan pada hari SABTU Pertama setiap Bulan yang berjalan.

Tempat untuk melakukan Pertemuan dilakukan secara acak dengan cara memilih acak pada bulan yang berlangsung untuk menentukan pada bulan berikutnya.
Agenda Punguan setiap Bulannya adalah sbb :

- Kebaktian singkat ( sesuai dengan situasi / kondisi )
– Laporan Sekretaris / Bendahara
– Berita dalam Punguan
– Pembelajaran Adat Batak
– Arisan
– Selesai

Pasal 1.5
Waktu, Tempat Pertemuan

Waktu untuk melakukan Arisan / Pertemuan dimulai pada pukul 19.00 WIB tepat dengan mempertimbangkan beberapa aspek dan situasi lainnya dan hanya sewaktu-waktu dapat dirubah dengan pemberitahuan 2 hari sebelumnya ( oleh Pengurus ).

Perubahan waktu Pertemuan hanya dapat berubah / terjadi apabila :

- Keluarga yang menjadi Tuan Rumah tidak ada di tempat
– Situasi genting terjadi ( Kebakaran, Keributan, perkelahian massal dan sebagainya yang terjadi persis dekat rumah yang akan menjadi tempat pertemuan )
– Situasi dimana terjadi Bencana Alam, Banjir, Hujan terus menerus, Gangguan listrik total dan sebagainya yang akan mengganggu kegiatan Pertemuan.

BAGIAN II
KEANGGOTAAN DAN ANGGARAN DASAR

Pasal 2.1
Keanggotaan

Yang dimaksud dengan Keanggotaan adalah Anggota Punguan dengan syarat, Anggota yang bersangkutan adalah Individu Batak yang berdomisili di Cikarang Baru ( sesuai dengan Area yang ada ) dan telah memiliki Keluarga yang sah menurut Gereja dan Adat Batak.

Anggota lainnya adalah Keluarga yang terbentuk dari Pasangan Suami atau Istri bukan Non-Batak yang telah sah secara Gereja berkeluarga sehingga yang bersangkutan sudah terikat secara langsung sebagai masyarakat Batak.

Pasal 2.2
Syarat dan Ketentuan menjadi Anggota Punguan

Adalah syarat ataupun kondisi yang seperti dimaksud dalam Pasal 2.1 diatas dengan ketentuan sebagai berikut :

- Yang bersangkutan berdomisili di Cikarang Baru
– Memiliki suami / istri yang sah secara Gereja
– Terdaftar di salah satu Gereja yang ada di Indonesia
– Tidak / sedang terlibat dalam tindak Pidana
– Sehat Jasmani Rohani
– Memiliki kemampuan sebagai anggota masyarakat

Pasal 2.3
Anggaran Dasar

Yang dimaksud dengan Anggaran Dasar segala sesuatu yang menjadi kewajiban dari Anggota Punguan baik yang telah terdaftar sebagai Anggota maupun yang baru mendaftar dan secara Aturan ini merupakan kewajiban setiap anggota.

Kewajiban Anggota ini akan menjadi dana untuk menjalankan Misi dan Kewajiban Punguan sesuai dengan Pasal-Pasal yang ada dalam AD / ART ini.

Pasal 2.4
Uang Pangkal

Adalah uang dari Anggota Punguan yang baru mendaftar yang disetorkan ke KAS Punguan melalui Bendahara Punguan.
Besarnya Uang Pangkal ditetapkan Rp. 20.000,- ( Dua puluh Ribu rupiah )

Pasal 2.5
Iuran Wajib

Adalah uang yang disetorkan oleh setiap Anggota Punguan yang telah terdaftar setiap Bulannya ke Punguan melalui Bendahara Punguan.
Besarnya iuran Wajib ini adalah Rp. 15.000,- ( Lima Belas Ribu rupiah )

Pasal 2.6
Sumbangan / Ucapan Syukur

Adalah Uang yang disetorkan oleh setiap Anggota Punguan ke Punguan melalui Bendahara sebagai Ucapan Syukur atau sebagai Donasi terhadap keuangan Punguan.

BAGIAN III
KEPENGURUSAN PUNGUAN

Pasal 3.1
Maksud dan Tujuan

Tujuan diadakan Kepengurusan dalam Parsahutaon DOS NI ROHA adalah untuk membentuk suatu tata aturan yang membantu berjalannya segala aktivitas Punguan sesuan dengan AD / ART yang telah disepakati dalam Punguan.

Pengurus adalah sekelompok Anggota Punguan yang telah dipilih dalam Rapat Punguan ( Normalnya dilakukan setiap 2 tahun sekali ) secara musyawarah dan mufakat atau dengan suara terbanyak sesuai dengan kesepakatan yang dilaksanakan dalam Pemilihan tersebut.

Secara struktur, semua Pengurus adalah Anggota Punguan tanpa terkecuali dan memiliki Hak dan Kewajiban yang sama dengan Anggota lainnya seperti yang diatur dalam Pasal 5.1 s/d Pasal 5.7

Pasal 3.2
Susunan Pengurus

Untuk menjalankan fungsi Kepengurusan sesuai dengan maksud dan tujuan dalam Pasal 3.1 diatas, maka susunan fungsional dari kepengurusan adalah sebagai berikut :

- Ketua
– Wakil Ketua
– Sekretaris
– Bendahara
– Humas

Pasal 3.3
Fungsi dan Tanggungjawab Pengurus

Yang dimaksud dengan Fungsi dan Tanggungjawab Pengurus adalah semua Keputusan, Wewenang dan tindakan Pengurus dalam menjalankan Aturan AD / ART yang telah disepakati oleh Punguan.

Tanggungjawab KETUA

1. Memimpin Punguan Parsahutaon DOS NI ROHA , menjalankan Misi sebagai
wadah Komunikasi masyarakat Batak yang ada di Cikarang Baru melalui
Pertemuan setiap bulannya.
2. Mengarahkan semua anggota Punguan pada saat acara Arisan berlangsung sesuai dengan waktu yang ada
3. Meminta pendapat-pendapat Anggota dalam setiap memutuskan suatu keputusan dalam Punguan
4. Memonitor perkembangan keanggotaan Punguan
5. Mendatangi Anggota Punguan ke rumah-rumah beserta Pengurus lainnya apabila Anggota yang bersangkutan sudah 4 kali berturut-turut tidak dating ke Pertemuan Punguan tanpa alasan
6. Memimpin Punguan melakukan Kunjungan Kasih ke rumah Anggota dan mengatur Pengurus yang akan menjalankan kewajiban Punguan dalam kunjungan Kasih lainnya
7. Bersama-sama dengan Wakil Ketua Punguan, Bendahara dan Sekretaris serta dengan Anggota Badan Penasehat Punguan melakukan Rapat Pengurus untuk me-Review Punguan sesuai dengan situasi dan kondisi yang berkembang ( jika diperlukan )
8. Bersama-sama Wakil Ketua Punguan menggantikan fungsi Sekretaris atau Bendahara apabila yang bersangkutan berhalangan hadir atau dikarenakan alasan lainnya
9. Bertanggungjawab terhadap semua Asset Punguan yang dipakai dalam semua kegiatan Punguan, termasuk penggunaannya untuk Anggota Punguan

Tanggungjawab WAKIL KETUA

1. Menggantikan Ketua Punguan apabila yang bersangkutan berhalangan hadir di pertemuan Bulanan Punguan
2. Menggantikan fungsi Ketua Punguan dengan tanggungjawab seperti yang di atas untuk masa tertentu apabila Ketua dalam keadaan tidak ada di Cikarang Baru untuk masa yang lama dikarenakan oleh Tugas Pekerjaan, Cuti, Sakit dan sebagainya yang secara fungsional tidak bisa menjalankan fungsi sebagai Ketua Punguan
3. Membantu Ketua Punguan dalam membuat Agenda untuk setiap pertemuan Bulanan
4. Membantu Ketua Punguan dalam merancang Misi dan Inovasi, perubahan dan masukan dari Anggota yang diperlukan untuk perbaikan Punguan kedepannya yang diperlukan pada Rapat Tahunan Punguan
5. Membantu Sekretaris dan Bendahara dalam menjalankan fungsinya apabila yang bersangkutan sedang tidak ada di tempat

Tanggungjawab SEKRETARIS

1. Sebagai Pusat Informasi Punguan dengan segala Perkembangannya
2. Menyimpan dan mendokumentasikan semua Dokumen Punguan, surat menyurat dan bentuk Dokumen lainnya yang bersifat Informasi
3. Bersama-sama dengan HUMAS Wyiek menjalankan roda Informasi dalam bentuk penyebaran informasi ( Undangan. Buku dsb ) ke semua Anggota Punguan pada saat diperlukan
4. Melaporkan kondisi dan situasi ( Berita Suka Cita dan Duka Cita ) Punguan ke semua Anggota Punguan pada saat Pertemuan Punguan berlangsung
5. Membantu Ketua Punguan dengan memantau perkembangan Anggota Punguan di masing-masing Wyiek ( Kesehatan, Kelahiran, Sakit dan sebagainya ) bersama-sama dengan HUMAS Wyiek
6. Menjaga kerahasiaan semua Dokumen Punguan, baik dalam tulisan maupun Dokumen Visual lainnya
7. Membantu Ketua Punguan dalam Asset Punguan yang dipakai dalam semua Kegiatan Punguan

Tanggungjawab BENDAHARA

1. Bertanggungjawab dalam menyimpan semua Uang Punguan dan / atau segala sesuatu yang bersifat materi yang menjadi milik atau Asset Punguan
2. Memonitor pemakaian uang Punguan dan Pemasukan uang sesuai dengan sifatnya
3. Mengumpulkan uang Arisan pada setiap Pertemuan Bulanan untuk selanjutnya diserahkan ke Ketua Punguan untuk selanjutnya diserahkan ke Keluarga yang akan menjadi Tuan Rumah pada Bulan berikutnya
4. Melaporkan KAS Punguan secara lisan setiap bulannya
5. Membuat Laporan Keuangan Punguan secara tertulis setiap 3 bulan sekali setelah disetujui oleh Ketua / Wakil Ketua dan Anggota Pengurus lainnya untuk selanjutnya dibagikan ke semua Anggota Punguan
6. Melaporkan ke Ketua / Wakil Ketua Punguan apabila kondisi keuangan Punguan dalam kondisi Kritis

Tanggungjawab HUMAS

1. Menginformasikan situasi dan kondisi Anggota Punguan dalam Wyiek masing-masing kepada Pengurus dari Punguan
2. Mengkoordinir anggota Punguan dalam Wyiek masing-masing untuk mengikuti setiap acara dalam punguan seperti, Partangiangan Bulanan, Kunjungan Kasih
3. Bertanggung Jawab untuk mengumpulkan Dana Sosial ( Toktok Ripe ) dari Anggota Wyiek masing-masing atau dana-dana lain yang diputuskan Punguan
4. Menjalankan roda Informasi seperti menyebarkan Undangan / Boaboa untuk Anggota Wyiek masing-masing

Pasal 3.4
Masa Kepengurusan

Adalah masa atau Periode dimana semua Pengurus bertugas sesuai dengan fungsi pada Pasal 3.3 diatas.
Masa Periode Pengurus adalah 2 tahun ( terhitung dari tanggal serah terima dengan Kepengurusan sebelumnya )
Kepengurusan ini dianggap sah 2 tahun, apabila selama periode tersebut Fungsi Kepengurusan berjalan Normal dan tidak terjadi sesuatu dalam Punguan.

Pasal 3.5
Masa Kepengurusan Berakhir

Adalah berakhir masa tugas Pengurus yang terpilih dikarenakan masa periode 2 tahun telah selesai.
Jabatan Pengurus juga bisa berakhir ( sebelum masa 2 tahun tercapai ) apabila :

- Pengurus yang bersangkutan pindah Domisili.
– Pengurus yang bersangkutan melanggar ketetapan dalam Pasal 4.2
– Pengurus yang bersangkutan meninggal dunia

Pergantian Pengurus sebelum masa Kepengurusan berakhir akan ditentukan dalam Rapat Punguan dan pengganti Pengurus yang terpilih disetujui dalam Rapat Punguan yang dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah Anggota Punguan yang terdaftar dan sekurang-kurangnya 2 dari Anggota Badan Penasehat Punguan.

Pasal 3.6
Pemilihan Kepengurusan Baru

Pemilihan Pengurus Baru dilakukan setiap 2 tahun sekali, dilakukan pada saat acara Bona Taon Punguan DOS NI ROHA berlangsung ( Apabila diadakan ).
Pemilihan Pengurus adalah untuk memilih Wakil Ketua, Sekretaris dan Bendahara.

Wakil Ketua Kepengurusan yang berakhir akan Otomatis naik menjadi Ketua Punguan ( Otomatia Exclutia ) sesuai dengan konvensi yang ada dalam Punguan Parsahutaon DOS NI ROHA.
Sedangkan Ketua yang berakhir masa tugasnya akan menjadi Penasehat dalam Kepengurusan yang Baru dan pada saat yang bersamaan yang bersangkutan berubah status menjadi Anggota Badan Penasehat bersama-sama dengan semua mantan Ketua pada Periode sebelumnya.

Pasal 3.7
Aturan Pemilihan Pengurus Baru

Pemilihan Pengurus Baru sebisanya akan dilakukan secara musyawarah dan mufakat dan apabila diperlukan untuk calon yang lebih dari 2 atau tiga orang akan dilakukan pengumpulan suara terbanyak dalam konteks azas adil dan merata serta tanggungjawab sebagai Anggota Punguan.

BAGIAN IV
HAK DAN KEWAJIBAN PUNGUAN

Yang dimaksud dengan Hak Punguan adalah segala Hak yang diterima oleh semua Anggota Punguan tanpa terkecuali dan Kewajiban Punguan adalah segala sesuatu yang harus dijalankan oleh Punguan terhadap semua Anggota Punguan tanpa terkecuali sesuai AD/ART yang telah disepakati oleh semua Anggota Punguan.

Pasal 4.1
Hak Menindak Anggota

Adalah Hak mutlak Punguan, dalam arti luas menindak Anggota Punguan apabila yang bersangkutan tidak datang ke pertemuan Punguan ( Arisan Bulanan ) 4 kali berturut-turut tanpa alasan yang jelas.
Punguan akan mengambil sikap melalui Pengurus.
Pengurus akan mendatangi Anggota yang bersangkutan dan melaporkan kondisinya ke semua Anggota.

Apabila setelah Pengurus mendatangi Anggota yang bersangkutan, Anggota yang bersangkutan tetap tidak hadir dalam 2 bulan berikutnya, Punguan akan mengambil Keputusan terhadap Anggota Punguan tersebut dalam Rapat Punguan yang akan dilangsungkan pada saat acara Arisan berlangsung.

Pasal 4.2
Hak Memberhentikan Keanggotaan

Punguan memiliki Hak Mutlak ( Absolute Right ) dalam menghentikan keanggotaan seorang Anggota apabila Anggota yang bersangkutan melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut :

1. Merusak Citra Punguan dengan cara mengadu domba Anggota Punguan atau Pengurus secara terang-terangan di muka Anggota lainnya pada saat acara Arisan berlangsung.
2. Mengatasnamakan Punguan dalam melakukan segala Modus Penipuan, Pencurian dan Tindakan melawan Hukum lainnya
3. Melakukan Kebohongan Publik dengan pengakuan yang tidak benar terhadap status dan anggota keluarga yang dimiliki saat ini
4. Melakukan tindakan yang sangat memalukan terhadap Punguan dengan melakukan tindakan Provokasi atau Sub-Versif terhadap Anggota lainnya yang memicu perpecahan Punguan.

Pasal 4.3
Kewajiban Punguan

Adalah Kewajiban yang harus dijalankan Punguan terhadap semua Anggota Punguan tanpa terkecuali.
Punguan wajib melakukan semua Pasal-Pasal yang ada di dalam AD / ART ini melalui Kepengurusan yang sedang berjalan.

1. Kunjungan Kasih ( KELAHIRAN )
Punguan akan mendatangi rumah Anggota dan memanjatkan Puji Syukur ke Hadapan Tuhan atas Berkat dan Kelimpahan yang diberikan ke Anggota yang bersangkutan dengan bertambahnya Anggota Keluarga.
Kunjungan ini akan di atur oleh Ketua Punguan dan Anggota Punguan lainnya.

Kewajiban Punguan untuk Kelahiran adalah menyerahkan bantuan dalam bentuk uang sejumlah Rp. 100.000,- ( Seratus Ribu Rupiah ) sebagai biaya tambahan dalam pembelian bedak dan Kelengkapan Bayi yang baru lahir.

2. Kunjungan Kasih ( SAKIT )
Punguan akan mendatangi Anggota Punguan ( Suami / Istri ataupun Anak ) yang dalam kondisi sakit, baik yang melakukan pengobatan secara Medik, Non-Medik maupun Medik Rawat Jalan.

Kategori sakit yang di maksud adalah Perawatan Medik minimal 3 hari di rawat di Rumah Sakit.
Rawat Jalan yang di maksud adalah selama 2 Minggu dan Pengobatan Non-Medik lebih dari 1 Minggu.

Kategori sakit dan Kunjungan Punguan berlaku untuk 3 Bulan kedepan terhitung Punguan melakukan Kunjungan Kasih terhadap Anggota yang bersangkutan.
Apabila dalam satu keluarga terdapat lebih dari satu orang yang sakit dan memenuhi syarat di atas, maka anggaran yang disampaikan Punguan adalah sebanyak jumlah yang sakit.

Kewajiban Punguan untuk Anggota yang sakit adalah membantu biaya pengobatan senilai Rp. 150.000,- ( Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah ).

Pengecualian (Eksepsi )

Adalah suatu Keputusan yang akan dilakukan terhadap Anggota Punguan apabila yang bersangkutan kembali sakit dalam waktu kurang dari 3 bulan serta Penyakit yang di Derita oleh Keluarga Anggota yang bersangkutan sangat berat, maka Punguan akan mengadakan rapat Punguan pada saat Arisan untuk menyikapi Anggota tersebut.
Keputusan yang di ambil dalam Rapat Punguan akan menjadi Kewajiban Punguan kembali khusus untuk Anggota Punguan seperti yang di maksud di atas.

3. Kunjungan Kasih ( BAPTISAN ANAK )
Adalah suatu Kewajiban Punguan untuk Anggota yang membabtiskan anak untuk menyampaikan bantuan dalam bentuk uang sebesar Rp. 100.000,- ( Seratus Ribu Rupiah ) sebagai Ucapan Syukur atas terdaftarnya sang anak dalam Kerajaan Allah.

Catatan :
Kewajiban Punguan ini akan berjalan apabila ada Undangan dan Pemberitahuan resmi kepada Punguan.

4. Kunjungan Kasih ( LEPAS SIDI )
Adalah suatu Kewajiban Punguan untuk Anggota yang melaksanakan Lepas Sidi anak untuk menyampaikan bantuan dalam bentuk uang sebesar Rp. 100.000,- ( seratus Ribu Rupiah ) sebagai ucapan syukur atas anak yang Lepas Sidi.

Catatan :
Kewajiban Punguan ini akan berjalan apabila ada Undangan dan Pemberitahuan resmi kepada Punguan.

5. Kunjungan Kasih ( MEMASUKI RUMAH BARU )
Adalah suatu Kewajiban Punguan untuk Anggota yang memasuki Rumah Baru yang berada di Lingkungan Parsahutaon DOS NI ROHA Cikarang Baru untuk menyampaikan bantuan dalam bentuk Uangsebesar Rp. 100.000,- ( Seratus Ribu Rupiah ) sebagai ucapan syukur kepada Tuhan atas Berkat yang melimpah kepada Anggota Punguan dan sebagai pengikat rasa Kasih sesama anggota.

Catatan :
Kewajiban Punguan ini akan berjalan apabila ada Undangan dan Pemberitahuan Resmi kepada Punguan.

6. Kunjungan Kasih ( PERNIKAHAN )
Adalah suatu Kewajiban Punguan untuk Anggota yang menikahkan Putranya untuk memberikan bantuan dalam bentuk uang sebesar Rp. 100.000,- ( Seratus Ribu Rupiah ) sebagai Tumpak, dan untuk Anggota yang menikahkan Putrinya memberikan bantuan sebesar Rp. 100.000,- ( Seratus Ribu Rupuah ) sebagai pengganti Ulos.

7. Kunjungan Kasih ( DUKA CITA )
Adalah Kewajiban Punguan dalam mendatangi Anggota Punguan yang dalam Duka.
Yang di maksud Duka adalah :
Keluarga ( Orang Tua/Mertua/Anak/Suami/Istri ) Anggota Punguan meninggal dunia.

Punguan akan memberikan Penghiburan terhadap Anggota Punguan beserta Keluarganya dalam waktu yang ditentukan oleh Anggota Punguan yang bersangkutan dengan Pengurus.

Punguan akan membawa makanan ( Marsipaetpaet ) ke rumah Anggota Punguan yang berduka dan semua Anggota Punguan lainnya di WAJIB-kan Hadir.

Besarnya biaya untuk persiapan makanan marsipaetpaet adalah Rp. 300.000,- ( Tiga Ratus Ribu Rupiah ) yang akan diambil dari KAS Punguan.

Punguan akan menjalankan Toktok Ripe sebagai berikut :

7.1. Keluarga Anggota Punguan meninggal Dunia (Suami/Istri/Anak). Toktok Ripe sebesar Rp. 50.000,- ( Lima Puluh Ribu Rupiah )
7.2. Orang Tua dari Anggota Punguan, Toktok Ripe sebesar Rp. 20.000,- ( Dua Puluh Ribu Rupiah )
7.3. Saudara dari Anggota Punguan meninggal dunia, akan berjalan bantuan sukarela.
7.4. Pengecualian :
Apabila Orang Tua dari Anggota Punguan meninggal dunia di rumah Anggota, tetapi domisili Orang Tua tersebut di Bona Pasogit, maka Anggaran Toktok Ripe sebesar Rp. 50.000,- ( Lima Puluh Ribu Rupiah )

BAGIAN V
HAK, KEWAJIBAN ANGGOTA PUNGUAN

Yang di maksud dengan Hak Anggota adalah segala sesuatu yang menjadi Hak Penuh yang menjadi bagiannya sebagai Anggota.
Kewajiban Anggota Punguan adalah segala sesuatu yang diwajibkan oleh Punguan terhadap semua Anggota tanpa terkecuali.

Pasal 5.1
Hak untuk dikunjungi

Adalah Hak Mutlak semua Anggota Punguan.
Hak Kunjungan ini adalah sebagaimana yang di atur dalam pasal 4.3 di atas.

Di samping itu, Hak lainnya adalah Kunjungan Punguan yang di wakili oleh Pengurus apabila Anggota yang bersangkutan tidak hadir 4 kali berturut-turut tanpa alasan yang jelas.
Apabila setelah Pengurus sudah melakukan Kunjungan, tetapi Anggota yang bersangkutan tetap tidak hadir pada bulan berikutnya, maka Anggota yang bersangkutan di anggap mengundurkan diri dari Punguan Parsahutaon DOS NI ROHA.

Pasal 5.2
Hak Bertanya

Adalah Hak yang dimiliki oleh semua Anggota yang terdaftar.
Hak bertanya di pakai kapan saja dan dimana saja selama Punguan mengadakan Acara.

Pasal 5.3
Hak Memilih dan Dipilih

Hak memilih adalah Hak yang dimiliki oleh setiap Anggota untuk menempatkan suaranya dalam Punguan.
Memilih dalam arti ; Apabila Punguan melakukan pemilihan Pengurus atau dalam hal mana ada yang diputuskan dengan suara terbanyak sebagai solusinya.

Sedangkan Hak untuk Dipilih adalah Hak yang sangat Mutlak bagi semua Anggota untuk menjadi Pengurus ataupun menjadi salah satu Koordinator yang diperlukan oleh Punguan dalam menjalankan Misinya.

Hak untuk dipilih ini tidak boleh mengikat diri dan keterpaksaan dengan tujuan-tujuan lainnya, serta bebas untuk mengatakan sanggup dan tidak sanggup tanpa tekanan maupun pengaruh luar.

Pasal 5.4
Kewajiban Anggota – Kunjungan Kasih Suka Cita

Adalah Kewajiban bagi semua Anggota untuk mengunjungi Anggota lainnya apabila ada acara yang bersifat suka cita meliputi Anak Lahir, Baptisan Anak, Lepas Sidi, memasuki Rumah Baru dan Pernikahan atau acara lainnya yang sifatnya Suka Cita.

Dikarenakan oleh sifat Kunjungan dan Waktu yang ada, maka Pengurus dapat memilih Anggota yang ada di Wyiek masing-masing menemani Pengurus untuk menjalankan Kewajiban Punguan terhadap Anggota yang bersuka cita tersebut.

Pasal 5.5
Kewajiban Anggota – Kunjungan Sakit

Sama dengan Pasal 5.4 di atas.
Pengurus akan menentukan Anggota yang akan bersama-sama dengan Pengurus dan Anggota Badan Penasehat.

Pasal 5.6
Kewajiban Anggota – Kunjungan Duka Cita

Seperti yang di atur dalam Pasal 4.3 di atas, maka semua Anggota Punguan diharapkan dapat hadir dalam melakukan Kunjungan Kasih terhadap Anggota Punguan yang mengalami Duka.

Kunjungan ini dinamakan juga Marsipaetpaet atau Pangapulion, tujuannya untuk meneguhkan Iman Anggota Keluarga yang ditinggalkan.

Pengurus akan memberikan Undangan resmi tentang Kunjungan ini minimal 1 ( Satau ) hari sebelum Kunjungan dilakukan.

Dalam hal ini, semua Anggota Punguan di Wajinkan hadir tanpa terkecuali.
Anggota yang tidak bisa hadir, diharuskan memberikan alasan pertelepon ke Ketua atau ke Sekretaris atau Humas Wyiek yang bersangkutan sekurang-kurangnya 2 (dua) hari sebelum hari Kunjungan.

Pasal 5.7
Kewajiban Menghadiri Arisan

Adalah Kewajiban yang harus dilaksanakan oleh Anggota Punguan untuk datang ke Pertemuan Punguan ( Arisan ) yang berlangsung di tempat yang telah terpilih di Bulan sebelumnya.
Anggota Punguan diharapkan Suami dan Istri ( minimum satu orang ) dan tidak bisa di wakilkan.

Apabila Anggota Punguan tidak hadir di setiap Pertemuan ( Arisan ) 4 Kali berturut-turut, maka Punguan akan mengambil tindakan sesuai dengan Pasal 4.1.

Pasal 5.8
Kewajiban Membantu Anggota Punguan Lainnya

Adalah keharusan bagi semua Anggota Punguan untuk ikut serta memberikan Toktok Ripe sesuai dengan Pasal 4.3.
Apabila ada Anggota Punguan yang secara langsung tanpa alasan yang jelas tidak menjalankan Kewajibannya, maka Punguan akan menindak Anggota sesuai dengan Pasal 4.3 di atas.

Pasal 5.8
Keanggotaan Berakhir

Seseorang Anggota akan berakhir masa Keanggotaannya sebagai Anggota Punguan apabila :

1. Yang bersangkutan mengundurkan diri dari Punguan dikarenakan oleh permintaannya sendiri secara tertulis ke Punguan ( UP : Ketua Punguan )
2. Yang bersangkutan pindah tempat ( Domisili ) di luat Cikarang Baru.
3. Yang bersangkutan melanggar Pasal 4.2.
4. Lainnya sesuai dengan Keputusan Rapat Punguan.

BAGIAN VI
BADAN PENASEHAT PUNGUAN

Untuk mewadahi dan membentuk arus Informasi yang tetap benar di dalam Punguan dan untuk membina Punguan agar tetap Eksis sesuai dengan tujuan awal dibentuknya Punguan, maka semua Mantan Pengurus ( Dalam hal ini Ketua Punguan ) akan menjadi Anggota Badan Penasehat Punguan.
Aturan ini berlaku surut sejak dibuatnya Aturan baru ini

Pasal 6.1
Anggota Badan Penasehat

Adalah semua Mantan Ketua Parsahutaon DOS NI ROHA yang terpilih dan telah selesai masa tugasnya sesuai dengan Periode yang berlangsung.

Pasal 6.2
Kewajiban Anggota Badan Penasehat

Kewajiban Anggota Badan Penasehat sama dengan Anggota Punguan dan Pengurus lainnya yang di atur dalam Pasal 5.4 sampai dengan Pasal 5.6.

Pasal 6.3
Hak Anggota Badan Penasehat

Sesuai dengan fungsinya sebagai Penasehat Punguan, maka berikut adalah Hak-hak dari Anggota Badan Penasehat Punguan.

1. Memberikan masukan dan Nasehat kepada Pengurus dan Anggota lainnya.
2. Memonitor Kondisi Punguan dengan seksama dan membantu Pengurus apabila ada hal yang harus diputuskan se segera mungkin.
3. Memberikan masukan dan batasan-batasan dalam pengubahan AD / ART.
4. Mempertimbangkan dengan hati-hati segala keputusan yang di ambil oleh Pengurus untuk kebaikan Punguan.
5. Membina Punguan terutama dalam hal pelaksanaan Pasal 4.2 dalam AD / ART.

Pasal 6.4
Masa Keanggotaan Badan Penasehat

Masa keanggotaan Badan Penasehat tidak terbatas dan seseorang Anggota Badan Penasehat akan berakhir Hak dan Kewajibannya apabila ;

1. Yang bersangkutan meninggal dunia.
2. Yang bersangkutan pindah Domisili ( Di luar Cikarang Baru ).
3. Yang bersangkutan mengundurkan diri dengan alasan kesehatan dan faktor lainnya.
4. Yang bersangkutan melanggar Pasal 4.2.
5. Khusus untuk Anggota Badan Penasehat, yang berhak menjalankan Pasal 4.2 adalah Rapat Punguan yang dihadiri Minimum2/3 dari Jumlah Anggota Punguan.

BAGIAN VII
RAPAT DALAM PUNGUAN

Rapat Punguan dimaksudkan untuk mengakomodir serta melihat Perkembangan Punguan atau untuk memutuskan sesuatu yang di anggp perlu dengan Punguan.

Pasal 7.1
Rapat Punguan

Adalah Rapat tertinggi dalam Punguan.
Rapat Punguan akan Sah apabila minimal dihadiri 2/3 dari semua anggota terdaftar.
Rapat Punguan minimal dilakukan 1X dalam satu Tahun berjalan dan tidak terbatas jumlah Rapat Punguan dalam setahunnya.

Rapat Punguan dilaksanakan apabila :

1. Punguan memutuskan sesuatu terhadap Anggota Punguan sesuai dengan Pasal 4.2 dan Pasal 6.4.
2. Pemilihan Pengurus Baru dan Temporer dikarenakan Pengurus yang bersangkutan berhenti sesuai dengan Pasal 3.5.
3. Atas permintaan sebahagian Anggota Punguan.
4. Atas permintaan Anggota Badan Penasehat.

Pasal 7.2
Rapat Pengurus

Adalah Rapat yang dihadiri oleh Pengurus dan Anggota Badan Penasehat lainnya.
Rapat Pengurus minimal dilaksanakan 2X dalam Satu Tahun berjalan dan harus dihadiri sekurang-kurangnya satu orang Anggota Badan Penasehat.

Rapat Pengurus dilaksanakan apabila :

1. Diperlukan Penyusunan Anggaran dan Aturan Baru,
2. Penyusunan suatu usul ataupun bentuk Informasi lainnya yang akan disampaikan ke Anggota Punguan lainnya.
3. Memutuskan tindakan terhadap Anggota melalui Rapat Punguan.
4. Menindaklanjuti keputusan sebelumnya.
5. Atas permintaan salah satu Pengurus.

BAGIAN VIII
KONDISI / SITUASI DARURAT

Situasi Darurat adalah situasi dimana tidak memungkinkan menjalankan Aktivitas Punguan.
Dalam hal ini, Ketua atau Wakil Ketua Punguan secara bersama-sama dengan Anggota Badan Penasehat akan memutuskan untuk MENGHENTIKAN SEGALA KEGIATAN PERTEMUAN untuk masa waktu yang tidak ditentukan, sampai ada kembali Pemberitahuan dari pihak Pengurus.

Situasi Darurat adalah Kondisi / Situasi dalam hal mana :

1. Terjadi perpecahan Etnik di Cikarang Baru, Kerusuhan Massal serta tindakan-tindakan lainnya yang secara luas akan mengancam keselamatan jiwa.
2. Terjadi Bencana Alam hebat, seperti ; Gempa dan Banjir Bandang.
3. Adanya Wabah Endemik yang meluas sangat cepat dan tidak memungkinkan untuk keluar rumah.
4. Adanya Ancaman atau Tindakan yang mengancam Keberadaan Punguan oleh Pihak-pihak di luar Punguan yang di tandai dengan jatuhnya korban dari Pihak Punguan.

Yang di maksud dengan Penghentian kegiatan Punguan adalah Penghentian Pertemuan ( Jadwal Bulanan ), akan tetapi Kunjungan-kunjungan seperti yang di maksud dalam Pasal 5.4 sampai dengan Pasal 5.6 akan tetap dijalankan, dalam hal ini akan di Informasikan lebih lanjut oleh Pengurus.

BAGIAN IX
AMANDEMEN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

Pasal 9.1
Perubahan Pasal-Pasal salam AD / ART

Adalah usaha atau tindakan yang bersfat menyempurnakan, memperbaharui dan memperbaiki AD / ART yang telah ada sesuai dengan Permintaan Anggota Punguan.

Perubahan AD / ART hanya dilakukan apabila :

1. Dua Pertiga ( 2/3 ) Anggota Punguan mengusulkan Pasal-Pasal dirubah melalui Rapat Punguan.
2. Pasal-Pasal tidak mewakili Aspirasi Anggota Punguan.
3. Perlunya Perubahan sesuai dengan situasi yang berkembang ( Ekonomi, Sosisl dan Budaya setempat )
4. Pengurus dan Anggota Badan Penasehat telah melakukan Rapat Pengurus dalam menindaklanjuti usulan-usulan Anggota Punguan.

Pasal 9.2
Review Aturan / Pasal-Pasal dalam AD / ART

Adala Review atan Tinjauan ulang semua Pasal-Pasal yang ada dalam AD / ART oleh Punguan.
Peninjauan ulang akan AD / ART ini dilakukan sekurang-kurangnya sekali dalam 2 (Dua) Tahun ( Berbarengan dengan Pergantian Pengurus ).

Review AD / ART bukan selamanya menghasilkan Amandemen atau Perubahan ( Apabila pada saat yang bersamaan Pasal-Pasal yang ada dalam AD / ART masih sesuai dengan zaman dan perkembangan Punguan )

Pasal 9.3
Penerbitan AD / ART yang Baru

Adalah Penerbitan AD/ART sesuai dengan hasil Amandemen Pasal-Pasal yang ada dalam Anggaran Dasar dan Rumah Tangga yang Baru.

AD / ART yang baru harus ditrbitkan dengan mencantumkan kata Edisi tahun dikeluarkan dan Nomor Revisi selanjutnya untuk mencatat berapa kali AD / ART mengalami Amandemen.

Dikeluarkan Oleh :
PUNGUAN PARSAHUTAON “DOS NI ROHA”
CIKARANG BARU

Periode :
2007 2009

Revisi : 02

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s